Gunung Kelud Meletus Mengingatkan Bahwa Indonesia Berada di Ring of Fire

Pagi-pagi baca kompas, "sekelebat" salah satu berita utama adalah Gunung Kelud meletus kembali. Ulasannya bahwa letusan lebih dashyat dari letusan 1990. Hmm,... dimana-mana meletus dan bencana alam..

Khusus Gunung Kelud ini mengingatkan saya bahwa dulu sewaktu kuliah pernah denger istilah ring of fire. Dan juga mengingatkan saya kalau dahulu banyak mainan anak-anak (misalkan gambar/wayang) "produksi : gunung kelud". (apa hubungannya coba… jaka sembung.. hadeh).


Yang pasti, setelah merenung sedikit, efek letusan gunung api gak bisa disamakan dengan efeknya dengan letusan jerawat walaupun mirip.

Ingat jerawat?,  yang dulu  zaman remaja sering kita paksa letuskan demi sebuah kepercayaan diri. (Atau terpaksa diletuskan karena gak kebeli bior* kali ya ha ha / banyak motif di balik kegiatan memencet jerawat he he). Biar bisa lebih mudah kita bayangkan... he he. Bayangkan wajah kita di masa remaja, kemudian "Tuss…!!"  lelehan-lelehan protein bergabung darah muncrat acak.

Ok.. ok, kita batasi bicara tentang jerawat, mari bicara tentang gunung vulkanik saja.

Ring of fire, dapat di  bayangkan jika jerawat-jerawat negeri kita tersebut banyak banget tersebar dari Sabang sampai Merauke. "Dari Sabang sampai dengan Merauke berjajar Gunung Api' Sambung menyambung menjadi satu - itulah Indonesia". Jadi jangan heran akan terjadi terus letusan gunung api, karena memang jumlah banyak, baik aktif mau yang tidur.

Tentu kita tetap bangga dan bersyukur atas anugerah Tuhan atas negeri yang Indah ini. Tapi jangan lupa bahwa kita juga dengan ilmu-ilmu dasar kita tahu bahwa kita berada di ring of fire (berada di lempeng yang belum stabil). Kalau kata guru geografi dulu ada sirkum sirkuman (ring of fire identik dengan sirkum pasifik).

Dan yang lebih parah lagi kita juga berada  berada di sirkum mediterania. Deretan gunung api dari lempeng lainnya.

Kopi darat di negeri kita dua sirkum tersebut.

Menurut wiki : Ring of fire adalah rumah bagi lebih dari 75 % dari gunung berapi aktif di dunia. Dan sekitar 90 % dari gempa bumi di dunia dan 81 % dari gempa bumi terbesar di dunia terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

Dan dari wiki juga bahwa jajaran gunung api dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera (termasuk sabuk alpide) (gak ngerti ini mah sok-sok-an aja hehe baru baca tadi pagi) adalah wilayah yang paling seismik berikutnya yaitu 5-6 % dari gempa bumi dan 17 % dari gempa bumi terbesar di dunia.

Banyak banget dah yang ngeri-ngeri. Mau pindah dari negeri ini?.., kalau saya tidak.

So,...  mungkin maksud saya menulis adalah agar kita bisa lebih tanggap untuk mempersiapkan jika terjadi bencana alam.  Ini jelas peringatan menurut saya. Dalam arti kita harus belajar untuk menyikapinya dengan kadarnya masing-masing. Misalnya ya… mendirikan rumah didataran yang relatif lebih aman (jauh dari gunung api). Digunung cukup punya villa aja hehe. Atau buat jajaran pemerintah adalah teknologi evakuasi dan tanggap darurat masih menjadi PR yang lumayan berat.

Jika ada Early Warning System yang baik mungkin akan terhindar ratusan ribu manusia meninggal dalam beberapa jam saja dalam peristiwa tsunami di Aceh, 4 bulan Gunung Sinabung masih terus meletus mengakibatkan eksodus pengungsian dan akhirnya memakan korbab. Dan mudah-mudah Gunung Kelud tidak membuat "Kalud".

Jumatan dulu….. first but not last…. Maaf acak kadut artikelnya.

Share this post

Post a comment

:ambivalent:
:angry:
:confused:
:content:
:cool:
:crazy:
:cry:
:embarrassed:
:footinmouth:
:frown:
:gasp:
:grin:
:heart:
:hearteyes:
:innocent:
:kiss:
:laughing:
:minifrown:
:minismile:
:moneymouth:
:naughty:
:nerd:
:notamused:
:sarcastic:
:sealed:
:sick:
:slant:
:smile:
:thumbsdown:
:thumbsup:
:wink:
:yuck:
:yum:

Next Post
Posting Lebih Baru